Jumat, 08 Maret 2019

Politik Bromocorah

Perhelatan Pemilu menyisakan garis demerkasi yang tak jelas dimasarakat. Siapa milih siapa dan siapa ikut siapa semuanya tak ada yang tau kecuali dia dan Tuhannya. Semua masarakat mengunggulkan pilihan nya masing-masing.

Pemilu membuat masarakat panatik terhadap calonnya, perasaan menjadi sensitif, hal hal yang ghaib dibuat seolah olah menjadi nyata dan bukti. Kejadian alam dan hitungan ditari kepada calon masing- masing. ya pemilu menjadi menarik apabila diukur dengan nalar yang baik. namun sebaliknya akan menjadi hancur sendi-sendi masarakat apabila pemilu ditambahi panatik buta.

Pesta Demokrasi merupakan ajang untuk memilih pemimpin. Rakyat atau masarakat menjadi tamu sekaligus tuan rumah yang baik. Aman, tertib, jujur dan adil merupakan aturan yang harus dipakai oleh aparatur atau panitia pemilu. Keamanan dan kedamaian menjadi tolak ukur dari keberhasilan pemilu tersebut.

Indonesia akan menjadi sebuah negara demokrasi terbesar apabila pesta tersebut berjalan dengan damai dan tenang. Dunia akan tersenyum dan mereka  akan belajar kepada Indonesia tentang keberhasilan Demokrasinya.

Demokrasi, pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles, Ia mengenalkan sistem pemerintahan yang berkedaulatan ada di tangan rakyat. sistim pemerintahan Demokrasi merupkan sistim yang buruk dari sekian sistim pemerintahan yang lebih buruk. Pemilu akan terasa nikmat kalau dilalui dengan cara cara yang beradab. jauhi segala pitnah dan hujatan. semua pelaku pemilu harus mengacu kepada regulasi yang dibentuk bersama.

Ajang pilpres merupakan ajang untuk memilih pemimpin negara. Kebanggan sebuah negara akan tertimpa dalam pundak seorang kepala Negara.
Kecerdasaan calon presiden akan terlihat dalam menguraikan visi misi, termasuk bagaimana menguraikan dan menjelaskan jalan keluarnya.

Indonesia merupakan salah satu penganut negara Demokrasi. Pilpres merupakan pesta rakyat dalam menentukan pilihannya. Kebebasan rakyat dalam menentukan pilhannya hanya dibatasi oleh bilik suara dan kertas.
Semoga impian mendapatkan pilhan terbaik bisa terwujud. Presiden dan wakil rakyat pilihannya bisa melaksanakan amanah dengan baik.

Sebelum ajang pemilu dimulai ada namanya proses kampanye, kampanye adalah penyampaian program program atau visi misi kepada masarakat dalam ruang terbuka. Semua kontestan menyampaikan program angin surga untuk pembangunan lima tahun kedepan. kontestan diajak untuk memilih dia, ia menjual segala kemampuan untuk memikat konstituen.

Gambar peserta pemilu terpasang, baik dilapangan juga di pohon. Ia memuji dirinya sendiri seakan ia malaikat yang mamapu merubah segala galanya. masarakat dijanjikan apa yang ia mau. poto dirinya ditempel kalimat suci dan berbagai ayat dan kalimat bijak. Semua memuji apa yang tak terjangkau oleh pikiran manusia.

itulah politik jual dagang kalimat agar masarakat terpikat. seorang politikus biasa dalam kampanye jual janji agar laku dalam jualannya. ia tidak faham agama atau pura-pura tidak memahami ajaran menepati janji.

Pesta demokrasi merupakan ajang yang ditunggu masarakat, disatu sisi gembira namun disisi lain sengsara. Rakyat diberikan pelajaran untuk tidak sembarangan memilih wakilnya di dewan nanti. harusnya ada edukasi dari lembaga penyelenggara pemilu dalam memilih wakilnya nanti. masarakat jangan bisa dibodohi oleh jaji manis saja.

Ajang lima tahunan harusnya dijadikan evaluasi oleh masarakat dalam menyeleksi wakilnya, program yang dia janjikan harus dijadikan ukuran untuk lima tahun yang akan datang. Masarakat sekarang jangan mau dinina bobokan dengan janji surga tersebut.

Masarakat harus mampu menilai kejujuran dari calon selama lima tahun anadaikan ia terpilih. Masarakat harus mampu juga menjawab apa yang menjadi pilihannya, sebab dalam politik pemilih  itu ada dua sisitim. Pertama politik kader artinya caleg akan membina kader tersebut dan memberikan program program yang akan ia sampaikan sesuai dengan janji dia, namun harus difahami ketika dalam kampanye nya ia tidak pernah memberikan bingkisan kepada voter. Kedua kader pragmatis, calon membeli kader dalam kampanye nya, ia akan membayar sesuai suara atau voter yg ia inginkan. dalam perjalannanya calon terpilh lebih mengutamakan bagaimana modal harus kembali.

Politikus bermental tikus akan terus berjalan sepanjang belum OTT KPK , Anggota dewan merupakan impian semua cendikiawan baik akademisi atau non akademisi. namun perubahan akan terjadi setelah ia melihat dana yang bergelimang  dalam anggaran, dan pada akhirnya akan erjadi transaksi dagang sapi dan mental Bromocorah......